Pemahaman Tentang Perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Program Pendidikan Luar Sekolah

 


Media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah menjadi salah satu pilihan bagi para pendidik untuk menyebarluaskan pembelajaran yang akan ia sampaikan secara lebih mudah, cepat, dan menarik bagi para peserta didiknya. Apapun itu bidang pendidikannya, saat ini sudah mengandalkan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini. Pendidikan Luar Sekolah menjadi salah satu bidang yang tidak terkecuali juga ikut serta dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini. Media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan luar sekolah kurang lebih sama dengan media pembelajaran yang digunakan oleh bidang-bidang pendidikan lainnnya yaitu bidang pendidikan formal dan bidang pendidikan informal. Salah satu lembaga pendidikan luar sekolah yang sudah memakai media berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini sebagai salah satu media dalam penyampaiaan pembelajarannya adalah lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.

 

Contoh dari perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi dalam program pendidikan luar sekolah ini misalnya pada program pendidikan luar sekolah yaitu penyuluhan KB. Penyuluhan KB sendiri bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat melalui keluarga. Sasarannya disini adalah masyarakat pada umumnya yang mayoritas ibu rumah tangga dan lansia. Pergerakan pembelajarannya disini pendidiklah yang turun ke wilayah sasarannya, yang sebelumnya tentu saja sudah menjalin kerjasama dengan wilayah sasaran tersebut. Media yang digunakan biasanya infokus dan laptop untuk menjelaskan materinya. Namun, ada saja kesulitan yang didapatkan ketika pandemic Covid-19 yang melanda secara tiba-tiba. Sistem pembelajaran harus berpindah secara tiba-tiba ke online dan terkadang bisa offline namun dengan keterbatasan yang ada. Pada saat offline saja, ibu rumah tangga dan lansia sudah sulit untuk ikut serta karena kesibukan dan hambatan lain, ditambah lagi pandemic Covid-19 yang membuat semakin sulit bagi mereka untuk pergi keluar rumah secara aman.

 

Dengan melihat masalah tadi, perancangan produk yang ingin dibuat yaitu kartu sehat yang beroperasi secara online yang digunakan sebagai pengadministrasian bentuk keikutsertaan dalam program penyuluhan KB yang tengah berlangsung. Massyarakat yang sudah mendaftar akan dikumpulkan kedalam grup WA yang akan memudahkan penyaluran informasi yang didalamnya juga ada pendidik dan tokoh perantara dari wilayah sasaran tersekait. Dengan kartu sehat tersebut, dapat digunakan untuk berbagai kemudahan, seperti : bisa mengakses dengan mudah pembelajaran yang tertinggal,terpotong, atau melihat kembali hal-hal yang belum dipahami, kemudian juga diberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, dan juga memudahkan akses live streaming materi pembelajaran yang dilakukan secara offline, sehingga tidak perlu membagi sesi pembelajaran dan pembelajaran bisa dilakukan secara bersama-sama dan menghemat waktu.

 

•        Tujuan Kartu Sehat

1.      Untuk memudahkan peserta didik dalam mendapatkan informasi tentang penyuluhan KB.

2.      Untuk meningkatkan partisipasi kesadaran masyarakat terhdapat penyuluhan KB.

3.      Untuk memudahkan pelaksanaan penyuluhan KB secara offline, online, maupun gabungan secara offline dan online.

4.      Untuk mengehemat waktu pelaksanaan offline, yang awalnya harus dibagi menjadi beberapa sesi, dapat dilakukan dalam waktu yang sama yaitu ada yang secara offline dan ada secara online.

5.      Untuk upaya dalam mengatasi keterbatasan waktu sasaran, sehingga sasaran dapat mudah mengakses materi setiap pertemuan tanpa khawatir terlewatkan, tertinggal dengan menggunakan akses kartu sehat tersebut.

 

•        Kegunaan yang Didapat

1.      Sebagai kartu identitas dalam keikutsertaan mendukung program penyuluhan KB.

2.      Dapat mengakses materi penyuluhan KB yang tidak dapat dihadiri.

3.      Dapat mengakses materi penyuluhan KB yang terlewat ketika pembelajaran.

4.      Dapat mengakses materi penyuluhan KB yang belum dipahami ketika pembelajaran.

5.      Mendapatkan link zoom untuk pembelajaran penyuluhan KB serta event penyuluhan KB yang diadakan.

6.      Dapat melakukan pemeriksaaan kesehatan gratis.

 

Dapat disimpulkan dalam perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi program pendidikan luar sekolah, produk yang dirancang dipastikan rasional dengan kebutuhan peserta didiknya. Produk tik tersebut harus tepat sasaran. Jika produk tik tersebut tidak sesuai, maka itu akan sia-sia dan tidak akan memberikan solusi yang baik terhadap masalah yang ada. Dan juga harus yang paling penting perancang punya pemahaman yang lebih terhadap produk yang dirancangnya. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu bagaimana produk tersebut dapat dibuat dalam rancangan produk yang dipahami dan dijalankan dengan mudah oleh para penggunanya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paparan Hasil Perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Program Pendidikan Luar Sekolah

MENGENAL LAHIRNYA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA DALAM MEMBANTU MEMPERMUDAHAN KEHIDUPAN MANUSIA

Penegasan Paparan Hasil Perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Program Pendidikan Luar Sekolah