Pemantapan Tentang Perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Program Pendidikan Luar Sekolah
Apapun itu bidang pendidikannya, saat ini sudah mengandalkan pemanfaatan
media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi ini. Pendidikan
Luar Sekolah menjadi salah satu bidang yang tidak terkecuali juga ikut serta
dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan
komunikasi ini. Media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi
yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan luar sekolah kurang lebih sama
dengan media pembelajaran yang digunakan oleh bidang-bidang pendidikan lainnnya
yaitu bidang pendidikan formal dan bidang pendidikan informal. Salah satu
lembaga pendidikan luar sekolah yang sudah memakai media berbasis teknologi
informasi dan komunikasi ini sebagai salah satu media dalam penyampaiaan
pembelajarannya adalah lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.
Dalam perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi pada program pendidikan luar sekolah ini, tentu banyak langkah-langkah yang harus dipersiapkan dan dilakukan dalam perancangan produk TIK tersebut. Langkah-langkah tersebut antara lain :
- Melakukan pengamatan terhadap program pendidikan luar sekolah yang ingin ditelusuri kebutuhan produk teknologi informasi dan komunikasinya. Pengamatan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai metode seperti : observasi, wawancara, angket, dan lain-lain.
- Menemukan visi-misi, tujuan, sasaran dari program pendidikan luar sekolah yang diamati.
- Menemukan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran program pendidikan luar sekolah tersbeut.
- Menemukan hambatan atau masalah yang dihadapi terkait penggunakan media pembelajaran yang dipakai dalam program pendidikan luar sekolah tersebut.
- Menemukan solusi dari masalah media pembelajaran yang timbul dalam program pendidikan luar sekolah tersebut berupa perancangan produk yang dinilai dapat mengatasi masalah yang muncul tersebut.
Contoh dari perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi dalam
program pendidikan luar sekolah ini misalnya pada program pendidikan luar
sekolah yaitu penyuluhan KB. Penyuluhan KB sendiri bertujuan untuk
mensejahterakan masyarakat melalui keluarga. Sasarannya disini adalah
masyarakat pada umumnya yang mayoritas ibu rumah tangga dan lansia. Pergerakan
pembelajarannya disini pendidiklah yang turun ke wilayah sasarannya, yang
sebelumnya tentu saja sudah menjalin kerjasama dengan wilayah sasaran tersebut.
Media yang digunakan biasanya infokus dan laptop untuk menjelaskan materinya.
Namun, ada saja kesulitan yang didapatkan ketika pandemic Covid-19 yang melanda
secara tiba-tiba. Sistem pembelajaran harus berpindah secara tiba-tiba ke
online dan terkadang bisa offline namun dengan keterbatasan yang ada. Pada saat
offline saja, ibu rumah tangga dan lansia sudah sulit untuk ikut serta karena
kesibukan dan hambatan lain, ditambah lagi pandemic Covid-19 yang membuat
semakin sulit bagi mereka untuk pergi keluar rumah secara aman.
Dengan melihat masalah tadi, perancangan produk yang ingin dibuat yaitu
kartu sehat yang beroperasi secara online yang digunakan sebagai pengadministrasian
bentuk keikutsertaan dalam program penyuluhan KB yang tengah berlangsung.
Massyarakat yang sudah mendaftar akan dikumpulkan kedalam grup WA yang akan
memudahkan penyaluran informasi yang didalamnya juga ada pendidik dan tokoh
perantara dari wilayah sasaran tersekait. Dengan kartu sehat tersebut, dapat
digunakan untuk berbagai kemudahan, seperti : bisa mengakses dengan mudah
pembelajaran yang tertinggal,terpotong, atau melihat kembali hal-hal yang belum
dipahami, kemudian juga diberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis, dan
juga memudahkan akses live streaming materi pembelajaran yang dilakukan secara
offline, sehingga tidak perlu membagi sesi pembelajaran dan pembelajaran bisa
dilakukan secara bersama-sama dan menghemat waktu.
Nama produk yang dirancang yaitu kartu sehat. Kartu sehat ini
didistribusikan secara online. Pembuatan kartu dilakukan dengan kerjasama
antara pihak penyelenggara yaitu lembaga Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana dengan pihak
wilayah sasaran terkait yang akan mewakili seperti ketua RT, ketua RW, Kepala
Desa, dan lain-lain.
Pemantapan dari perancangan
produk TIK ini dapat dilihat dari verivikasi dari cara pakai kartu sehat online
tersebut yang sudah matang dan dapat disajikan kepada public, sebagai berikut :
- Perancang berkonsultasi dengan pihak ketua RT/ ketua RW / kepala desa / pihak terkait dengan lembaga mengenai produk rancangan yang akan dibuat.
- Setelah produk rancangan disetujui, ketua RT/ ketua RW / kepala desa / pihak terkait dengan lembaga menyebarkan surat informasi pengunaan kartu sehat online kepada masyarakat dengan informasi kegunaan dan syarat pembuatan kartu sehat online tersebut.
- Bagi masyarakat yang berminat, kemudian melaporkannya kepada ketua RT/ ketua RW / kepala desa / pihak terkait dengan lembaga dengan melampirkan data dirinya sesuai persyaratan pembuatan kartu sehat online yang diberikan sebelumnya.
- Ketua RT/ ketua RW / kepala desa / pihak terkait dengan lembaga memberikan laporan nama dan data diri calon peserta didik yang ingin mendaftar tersebut kepada pihak perancang produk.
- Perancang produk membuat kartu sehat sehat online berdasarkan data calon peserta didik yang ketua RT/ ketua RW / kepala desa / pihak terkait dengan lembaga berikan.
- Ketika registrasi kartu sehat berhasil, peserta didik akan dikirimkan file kartu sehat online oleh pihak perancang produk yang kemudian dapat didownload dan disimpan.
- Dengan adanya kepemilikan kartu sehat online yang telah didapat oleh peserta didik, maka secara otomatis peserta didik akan segera dimasukkan ke dalam grup WA beradasarkan wilayah sasarannya tersebut.
- Setelah dimasukkan kedalam grup WA, peserta didik akan mendapatkan kemudahan informasi terkait penyuluhan KB secara mudah dan cepat melalui pendidik langsung dan perwakilan kepala Desa, atau pihak yang diamanahkan di wilayah sasaran.
- Dengan tergabungnya kedalam grup WA tersebut, maka otomatis peserta didik akan menerima segala informasi terkait penyuluhan KB meliputi :
- Jadwal pelaksanaan penyuluhan KB baik itu yang diselenggarakan secara offline, online, maupun gabungan offline dan online.
- Mendapatkan link zoom pelaksanaan penyuluhan KB secara online.
- Mendapatkan link live streaming pelaksanaan penyuluhan KB secara gabungan yaitu offline dan online.
- Mendapatkan materi bahan ajar penyuluhan KB setiap pertemuan setelah pembelajaran berlangsung.
- Kemudahan berkomunikasi dengan pihak penyelenggara penyuluhan KB terkhusus pendidik.
Dapat disimpulkan dalam perancangan produk teknologi informasi dan
komunikasi program pendidikan luar sekolah, produk yang dirancang dipastikan
rasional dengan kebutuhan peserta didiknya. Produk tik tersebut harus tepat
sasaran. Jika produk tik tersebut tidak sesuai, maka itu akan sia-sia dan tidak
akan memberikan solusi yang baik terhadap masalah yang ada. Dan juga harus yang
paling penting perancang punya pemantapan yang lebih terhadap produk yang
dirancangnya agar perancang dapat secara bangga dalam menunjukkan kepada public
produk yang telah dirancang tersebut. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu
bagaimana produk tersebut dapat dibuat dalam rancangan produk yang dipahami dan
dijalankan dengan mudah oleh para penggunanya.
Komentar
Posting Komentar