Praktek Penguasaan TIK dalam Program Pendidikan Luar Sekolah
Pemakaian media berbasis teknologi informasi dan komunikasasi dalam
program pembelajaran bukan lagi hal yang asing bagi para pendidik maupun
peserta didiknya. Begitu juga dengan program PLS yang mayoritas dari
program-program tersebut telah mengandalkan TIK tersebut sebagai media
penunjang ataupun pembantu dalam penyampaian informasi pembelajaran dalam
program yang mereka buat. Walaupun belum bisa dikatakan semua program PLS
tersebut telah 100% menggunakan media berbasis TIK tersebut. Karena, dalam
pengambilan keputusan terhadap penggunaan media berbasis TIK tersebut harus
melihat kesegala aspek keefektifan dari pihak yang akan memakainya itu. Hal ini
terlihat bahwa bentuk pengimplementasiannya dilakukan dengan cara menggabungkan
baik itu metode manual dengan menggunakan media bahan ajar dan juga dengan media
berbasis TIK seperti internet, media sosial, dan lain-lain.
Dari penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa faktor penyebab dari belum
menyeluruhnya pemakaiaan media berbasis TIK tersebut sebagai media pembelajaran
program PLS dipicu karena belum menyebarnya secara merata praktek penguasaan
TIK tersebut terhadap pihak yang akan menjalankannya terkhusus kepada pendidik
dan peserta didik. Penguasaan TIK sendiri tentunya merupaka aspek paling
penting dalam penggunaanya, mengingat bahwa jika pihak yang akan menggunakannya
tidak paham dalam menggunakan media berbasis TIK tersebut tentu saja pihak
tersebut tidak akan merasakan manfaat dari penggunaannya, melainkan yang mereka
dapatkan hanyalah hambatan berupa semakin sulinya mereka dalam memahami
pembelajaran dari program PLS yang diberikan tersebut. Tentu hal ini tidak
dapat diabaikan begitu saja, karena tentu akan mempengaruhi keberhasilan dari
pelaksanaan program PLS itu sendiri.
Kurang meratanya penguasaan TIK dari pihak yang akan menggunakannya
tersebut disebabkan oleh kurangnya persiapan akan penerapan penggunaan media
berbasis TIK itu sendiri setelah dilakukan pengambilan keputusan. Terkadang
pihak yang menjalankan program tidak mengidentifikasi terlebih dahulu terhadap
kesiapan dari pihak yang akan menjalankannya. Bisa saja ada pihak yang sudah
menguasainya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada pihak lainnya
yang belum menguasai media berbasis TIK tersebut.
Melihat persoalan tersebut, seharusnya sudah membuat secara sadar
pentingnya bagi pihak penyelenggara memastikan penguasaan TIK yang dipunyai
oleh pihak penggunanya. Jika pihak penyelenggara program bersikeras untuk tetap
menggunakan media berbasis TIK tersebut, sudilah pihak penyelengaraan program
tersebut menyediakan pelatihan untuk penguasaan media TIK bagi pelaksanannya.
Pelatihan tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi masing-masing pesertanya
terhadap kebutuhan apa yang ia butuhkan. Namun jika tidak, seharusnya pihak
penyelenggara juga bisa menyesuaikan dengan tingkat kompetensi yang dimiliki
penggunanya.
Dapat disimpulkan bahwa, praktek penguasaan TIK dalam program PLS masih
kurang, banyak hal yang menjadi penyebab dari kurang meratanya penguasaan TIK
tersebut. Bisa dari kurangnya kesiapan dari pengguna itu sendiri atau kurangnya
kepedulian dari pihak penyelenggara terhadap kesiapan pihak penggunanya. Di
zaman yang serba terkonologi saat ini sudah menjadi keharusan bagi kita untuk
paham terhadap teknologi, karena melihat sudah mayoritas dari pemenuhan
kebutuhan kita memanfaatan media berbasis TIK ini. Namun, balik lagi kepada
pihak penyelanggaran program PLS tersebut dalam mengambil keputusan terhadap
sudah pantaskah dengan memilih menggunakan TIK dalam program PLS melihat
penguasaan dari pihak penggunaannya atau masih harus bersabar. Oleh karena itu,
diharapkan bagi pihak penyelenggara program PLS agar bisa mengutamakan
penguasaan TIK ini terlebih dahulu dalam prakteknya agar manfaat yang diberikan
bisa dirasakan merata bagi semua pihak.
Semangat kaka
BalasHapusmantap sekali
BalasHapusMantap
BalasHapusKereen sist👍
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap ci!!
BalasHapusMantepp
BalasHapusTerus berkarya dengan tulisan2 nya
BalasHapus